Minggu, 19 Januari 2014

SUDAH SIAPKAH ANDA UNTUK MATI?

SUDAH SIAPKAN ANDA UNTUK MATI?
Yohannes Suraja
ASMI Santa Maria Yogyakarta
 
 
 
Pertanyaan judul di atas sesungguhnya mau mengingatkan setiap orang untuk menyiapkan diri memasuki hidup baru yang disebut mati itu. Mati berarti memasuki hidup baru. Hidup lama, di dunia fana ini ditinggalkan oleh orang yang mati; dan kemudian dia memasuki dunia baru yang kekal sifatnya. Pertanyaannya kira-kira  Anda memasuki dunia baru, kehidupan kekal di surga atau di neraka tempat siksa dan kematian kekal?
 
Setiap orang yang menginginkan kehidupan kekal di surga, selama hidup di dunia harus berusaha hidup menjadi pendengar dan pelaku firman Allah, dan dengan demikian menjadi orang yang berkenan di hati Allah. Allah yang berkuasa atas surga kiranya akan mengganjar kedamaian, kemuliaan, dan kehidupan abadi bersama para kudus di surga bagi  orang yang membuat hati-Nya berkenan. Sebaliknya orang yang hidupnya tidak membuat Allah berkenan, karena orang menyembah berhala atau berbuat jahat, dan tidak bertobat kembali pada jalan, kebenaran, dan hidup menurut kehendak Allah, maka hukuman kematian kekal upahnya.
 
Setiap orang harus selalu bersikap dan berperilaku menyiapkan diri menghadapi kematian. Caranya yaitu hidup menurut kehendak Allah. Konkritnya, menurut Nabi Musa orang harus hidup menurut 10 Perintah Allah; menurut Tuhan Yesus orang harus beriman dan mewujudkan imannya dalam perbuatan kasih baik kepada Allah maupun kepada sesama. Masih dalam kerangka mewujudkan imannya, umat Katolik harus melakukan 5 Perintah Gereja, yang pada intinya aktif mengikuti perayaan ekaristi, puasa atau pantang, dan mengaku dosa (bertobat).
 
Menyiapkan kematian harus dilakukan secara sungguh-sungguh, dan setiap orang harus benar-benar dalam situasi dewasa atau matang : suci, hidup damai dengan Allah dan sesama. Orang harus berusaha hidup dalam situasi demikian, karena Allah menghendaki demikian. Maksudnya agar pada suatu saat Allah mengambil kembali hidup Anda, Anda dalam keadaan siap. Kalau Anda dipanggil Allah, Anda dapat menghadap secara layak, pantas, dan diterima dalam kesatuan para kudus di surga, atau tidak dimarahi dan dibuang ke neraka.
 
Mari, kita siapkan diri kita masing-masing untuk memenuhi panggilan Allah ini dengan baik, pantas, dan layak. Mari, kita usahakan hidup dengan berperilaku positif : berpikir, berasa, bertindak, dan bertanduk dalam jalan yang baik dan benar menurut kehendak Allah. Tuhan membantu niat baik kita. Tuhan memberkati.
 


Selasa, 23 Oktober 2012

UMAT MILIK TUHAN

UMAT YANG HIDUP DAN YANG MATI MILIK TUHAN
Yohannes Suraja
ASMI Santa Maria Yogyakarta

Bacaan : Roma 14, 7-9, 10b-12


Sesuatu yang memantapkan kita umat Tuhan yaitu bahwa kita, yang hidup dan yang mati adalah milik Tuhan. Bagi kita yang masih hidup di dunia, ini mengingatkan kita agar kita menyadari bahwa sebagai milik Tuhan, selama masih dianugerahi kehidupan, kita taat pada Sang Pemilik kehidupan. Paulus menyarankan, jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan (ayat 7). Hidup untuk Tuhan berarti juga hidup untuk sesama, seperti Tuhan Yesus mengatakan apa yang engkau perbuat bagi saudara yang hina maka itu juga engkau perbuat bagi-Ku. Oleh karena itu, selama hidup, setiap umat harus berusaha untuk hidup yang berguna dan bermanfaat bagi sesama dan dengan demikian juga untuk Tuhan.

Apabila selama hidup kita berguna bagi sesama, maka kiranya Tuhan akan berkenan. Dan Tuhan akan tetap berkenan menerima kita, mengakui kita sebagai milik-kepunyaan-Nya bilamana tiba saatnya meninggalkan dunia ini, alias mati. Karena kita milik Tuhan, maka pada saat mati, biarlah Tuhan yang menguasai dan mengatur waktu kapan badan yang fana akan dibangkitkan dan dimuliakan, serta kapan secara mulia dan kudus Tuhan berkenan menyatukan kita bersama para kudus di Sorga. Jelas Tuhan yang adalah kasih, berkenan mengampuni dosa dan kesalahan setiap umat kepunyaan-Nya, menguduskannya atau menyucikannya dan kemudian membukakan pintu surga baginya. Alleluia. Puji Tuhan.

Doa : Ya Allah, pada saat ini dan untuk selamanya, aku serahkan roh-jiwa-ragaku kepada-Mu. Sebab Engkau telah menciptakan bumi ini ada aku, milik-Mu.